Laporan Wartawan Kompas Suhartono
CILEGON, JUMAT - Helikopter Kepresidenan Super Puma TNI-AU, yang digunakan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla beserta sejumlah menteri dan pejabat, Jumat (4/4) sore pukul 15.15 wib, tiba-tiba mengalami kerusakan pada salah satu mesinnya sesaat sebelum terbang dari dermaga PT Indah Kiat, Suralaya, Cilegon, Banten, menuju PLTU Labuhan di Pandeglang, Banten.
Akibat kerusakan tersebut, Wapres Kalla yang satu pesawat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Menneg BUMN Sofyan Djalil, Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar, Seswapres Tursandi Alwi, Wakil Komandan Paspampres M Alfan dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, terpaksa pindah ke helikopter kedua yang dinaiki pasukan pengawal, pejabat lainnya dan salah seorang wartawan foto Antara.
Terpaksa, helikopter kepresidenan tersebut di-grounded di dermaga tersebut, untuk diperbaiki terlebih dulu. Akibatnya, penumpang di helikopter kedua berpindah tempat naik mobil lainnya menuju PTLU Labuhan.
Kerusakan mesin muncul saat helikopter akan terbang tiba-tiba terdengar suara duk-duk di arah mesin. Pilot kemudian meminta perwira pengamanan penerbangan untuk mengecek kondisinya. Setelah dicek, ternyata benar ada kerusakan di salah satu mesinnya sehingga diputuskan helikopter tersebut tidak layak untuk digunakan oleh Wapres Kalla dan para menteri untuk melanjutkan kunjungan safarinya meninjau infrastruktur kelistrikan di Banten.

