Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 21:42 WIB
Harga Barang Elektronik di Jakarta Rawan Naik Turun
| Rabu, 2 April 2008 | 08:38 WIB
|
Share:

JAKARTA, RABU-Menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS belum bisa mendongkrak transaksi barang-barang elektronik. Pedagang pun lebih banyak menunggu karena harga barang bisa berubah atau berfluktuasi dengan cepat.

Sejumlah pedagang di pusat elektronik Glodok dan Manggadua yang dihubungi Warta Kota pekan ini menyebutkan, penguatan nilai tukar rupiah ternyata tidak didukung dengan peningkatan daya beli masyarakat. "Beberapa pekan ini nilai tukar dolar sempat turun di bawah Rp 9.200. Memang penurunan itu tidak terlalu signifikan. Penurunannya hanya sedikit sekali. Namun naiknya juga cepat. Perubahan nilai kurs seperti itu sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan elektronik,” kata Irawan dari Surya Elektronik.

Irawan mengatakan, beberapa tahun lalu kalau nilai rupiah bagus, banyak konsumen mencari atau membeli elektronik baru. Sekarang ini situasinya sudah berubah sama sekali. Penguatan rupiah tidak terlalu pengaruh karena memang daya beli masyarakat yang tidak kunjung membaik.

Menurut para pebisnis barang elektronik di Manggadua, sekarang muncul kecenderungan baru. Yakni bahwa konsumen baru membeli elektronik kalau barang lama benar-benar rusak dan tidak bisa diperbaiki. Selama bisa dilakukan perbaikan, lebih baik konsumen memperbaiki perangkat elektroniknya daripada membeli barang baru.

Mengenai harga, Mulyadi dari Jaya Elekronik mengatakan, harga barang elektronik relatif stabil tidak banyak mengalami perubahan. Meski sebagian besar masih dipengaruhi dengan nilai tukar mata uang asing, naik turunnya harga elektronik tidak terlalu signifikan. Dia mengatakan, menguatnya nilai mata rupiah tidak berlangsung lama hanya hitungan beberapa pekan saja.

"Kalau nilai rupiah menguat dalam kurun waktu cukup lama, itu baru bisa mempengaruhi harga cukup signifikan. Tentu pedagang sudah membeli stok barang yang baru. Misalnya, saat ini nilai rupiahnya adalah Rp 9.000, belum tentu harga akan turun pada hari ini. Karena stok yang ada adalah barang sebelum nilai itu turun. Kalau menguatnya lebih dari satu bulan, penurunan harga bisa terjadi sangat siginikan," ujar Mulyadi.

Irawan menambahkan bahwa faktor yang mempengaruhi transaksi tidak saja nilai mata uang. Bahan baku dari elektronik juga diperhitungkan. Misalnya harga plastik yang saat ini terus naik karena pengaruh harga minyak dunia. Kondisi seperti ini akan dilihat oleh produsen. “Misalkan nilai rupiah bagus, tetapi bahan baku untuk industri elektronik naik berarati harga barang elektronik belum tentu turun. Kondisi yang terjadi justru harga barang bisa naik karena dipengaruhi naiknya harga bahan baku pembuat elektronik itu,” katanya.

"Jadi sama saja. Harga barang elektronik untuk dalam waktu dekat ini tidak akan mengalami koreksi yang cukup banyak. Harga minyak saja masih bertahan di sekitaran 100 dolar. Ini dampaknya masih sangat luas. Saya mendapatkan kabar kalau price list dari produsen bisa berubah-rubah dalam waktu dekat," imbuh Mulyadi.

Kondisi serupa juga terjadi di pusat elektronik Glodok. Saat ini penjualan elektronik masih relatif stabil. Para pedagang di tempat itu pernah mengalami lonjakan penjualan yang cukup banyak pascabanjir di tahun 1996 dan 2002. Peningkatan penjualan bisa berlangsung selama satu bulan lebih. Banyak konsumen yang mencari elektronik baru.

"Sekarang ini normal saja. Apalagi sekarang sudah mendekati tahun ajaran baru. Masyarakat fokus untuk ke sekolah dulu. Ada dana lebih dipakai untuk bayar sekolah. Setelah tahun ajaran baru, mudah-mudahan ada peningkatan. Dan terakhir menjelang hari raya, biasanya bisa mendongkrak penjualan," harap Kemal  yang berjualan aneka merek televisi, AC, dan kulkas itu.

Contoh harga elektronik
AC split 1,5 PK merek Panasonic                 Rp 3  juta
AC split 1PK merek LG                           Rp 4,3 juta
TV 21 inci merek Ichiku                         Rp 900.000
TV 21 inci merek Sharp                          Rp 1,2 juta
--------
Catatan : Harga hanya contoh dan dapat berubah sewaktu-waktu   
Sumber: Pertokoan Glodok dan Manggadua

(Warta Kota/Ang)