Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 21:41 WIB
Partai Berkuasa Zimbabwe Diduga Kalah Pemilu
Jimmy Hitipeuw | Selasa, 1 April 2008 | 22:28 WIB
|
Share:

HARARE, SELASA - Para anggota terkemuka partai berkuasa Zimbabwe ZANU-PF khawatir akan kemungkinan kekalahan yang dihadapi oleh pemerintah Robert Mugabe dalam pemilihan umum yang diselenggarakan hari Minggu (30/3) lalu. Kekhawatiran yang disuarakan oleh seorang pengamat independen Afrika ini muncul saat penghitungan hasil suara bergerak lamban dan dikhawatirkan diwarnai oleh kecurangan.

Pihak oposisi Zimbabwe telah mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden dan parlemen Sabtu (29/3) lalu waktu setempat atau Minggu waktu Indonesia. Beberapa pengamat independen menjelaskan trend yang ada menunjukkan keberpihakan dukungan suara yang luas terhadap pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai. Namun dukungan tersebut belum cukup kuat menghindarkan Morgan Tsvangirai dari pemilihan babak kedua.

Mugabe telah dituduh mencuri suara dalam pemilihan yang diadakan sebelumnya walaupun kejadian tersebut berlangsung sebelum runtuhnya ekonomi Zimbabwe dan pembangkangan yang dilakukan secara terbuka oleh beberapa anggota terkemuka partai pimpinan presiden Zimbabwe tersebut.

Marwick Khumalo, ketua misi pengamat Parlemen Pan Afrika, mengindikasikan tentang kemungkinan partai berkuasa ZANU-PF mengalami kekalahan. "Saya sudah berbicara dengan beberapa tokoh terkemuka  ZANU-PF  dan mereka merasa khawatir akan perubahan haluan dukungan yang mengarah ke oposisi," kata Marwick Khumalo dalam wawancara dengan radio SAfm dari South African Broadcasting Corp.

Membutuhkan waktu 30 jam bagi Komisi Pemilihan Umum Zimbabwe untuk mengumumkan hasil pemilu yang menjanjikan 132 kursi di parlemen. Hasil pemilu sejauh ini menunjukkan Partai Perubahan Demokratik pimpinan Tsvangirai meraih 68 kursi. Sementara partai Mugabe meraih 64 kursi.

Komisi Pemilihan Umum Zimbabwe belum menyampaikan hasil pemilihan presiden Zimbabwe. Beberapa pihak khawatir penundaan pengumuman hasil pemilihan umum akan membuka celah terjadinya kecurangan.

Partai Tsvangirai mengklaim telah memenangkan 60 persen suara berdasarkan perhitungan suara di 128 dari 210 distrik parlementer. Dari perhitungan tersebut, partai Mugabe dilaporkan meraih 30 persen suara dan sisa suara diraih oleh Simba Makoni, seorang mantan loyalis Mugabe.

Mugabe dipuji karena perannya dalam rekonsiliasi rasial dan pembangunan yang mengantarkan jutaan penduduk Zimbabwe ke arah perbaikan kesehatan dan pendidikan yang tidak pernah diterima pada masa kolonial. Perkembangan ekonomi Zimbabwe ditopang oleh ekspor pangan, mineral, serta tembakau.

Timbul kekhawatiran akan pecahnya aksi kekerasan apabila Mugabe kalah atau memenangkan pemilihan umum. Bity, sekjen partai Tsvangirai, khawatir masyarakat Zimbabwe akan terbawa arus aksi kekerasan yang dapat dijadikan sebagai suatu alasan bagi militer untuk turun tangan melakukan penindasan. (AP)