Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 21:33 WIB
Laskar Pembela Islam Lempari Kedubes Belanda Telur Busuk
Kristianto Purnomo | Senin, 31 Maret 2008 | 13:50 WIB
|
Share:

KRISTIANTO PURNOMO
Massa yang tergabung dalam Laskar Pembela Islam (LPI) berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Senin (31/3), menuntut Geert Wilders, anggota parlemen Belanda pembuat film Fitna dihukum. Film Fitna dinilai telah melecehkan agama.

TERKAIT:

JAKARTA, SENIN - Puluhan massa yang tergabung dalam Laskar Pembela Islam (LPI) melempari Kedutaan Besar Belanda dengan puluhan telur busuk saat melakukan unjuk rasa memprotes film "Fitna" garapan anggota parlemen Belanda, Geert Wilders, Senin (31/3). LPI kecewa dengan dibuat dan diedarkannya film tersebut melalui berbagai situs internet. "Kami benar-benar kecewa dengan ulah Geert Wilders, ia telah melukai hati umat muslim di dunia," ujar Machsuni, Panglima Laskar Pembela Islam.

Machsuni menambahkan, kedatangan LPI ini sebagai bentuk dukungan dari semua pihak agar Geert Wilders dihukum atas perbuatannya. "Hanya ada dua pilihan buat Geert. Satu minta maaf pada umat muslim atas perbuatannya atau kalau dia tidak mau minta maaf berarti mati," tegas Muchsuni dalam orasinya.

Dengan dukungan dan desakan dari semua pihak, Muchsuni berharap pemerintah Indonesia melakukan tindakan riil menekan pemerintah Belanda. "Gara-gara ulah dia, institusi ini (Kedubes Belanda) kena. Karena dia anggota parlemen, pemerintah Belanda harus mengelurkan dia dari parlemen," tambah Machsuni. Aksi unjuk rasa sempat menimbulkan kemacetan panjang dari Pancoran hingga Kuningan.