BANDUNG, KAMIS - Agum Gumelar memiliki kekayaan terbanyak dibandingkan dengan kelima calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat lainnya. Kekayaan mantan Menteri Perhubungan itu tercatat sebanyak Rp 27,073 miliar dan 510.846 dollar Amerika Serikat. Adapun calon gubernur Ahmad Heryawan memiliki harta paling kecil, senilai Rp 1,861 miliar dan 72.000 dollar AS.
Jumlah kekayaan para cagub-cawagub itu diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Selasa (25/3) di Bandung. Pengumuman harta kekayaan itu dilakukan tanpa dihadiri ketiga pasangan cagub-cawagub. "Mereka sudah memberikan surat kuasa pada kami untuk memublikasikan," kata Ketua KPU Jabar Setia Permana.
Berdasarkan surat yang ditandatangani Direktur Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi, disebutkan harta kekayaan cagub Jabar Agum Gumelar pada 25 Februari 2008 mencapai Rp 27.073.932.334 ditambah 510.846 dollar AS. Jumlah itu naik dua kali lipat dibandingkan dengan hasil pemeriksaan harta kekayaan saat Agum masih menjabat sebagai Menteri Perhubungan pada 28 Februari 2005 yang tercatat sebesar Rp 11.053.050.000 dan 370.346 dollar AS.
Sementara itu, harta kekayaan cagub Ahmad Heryawan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional saat pemeriksaan pada 30 Oktober 2001 tercatat Rp 389.604.017 dan 1.900 dollar AS. Kini setelah menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, jumlah kekayaannya tercatat Rp 1.861.853.003 dan 72.000 AS.
Harta kekayaan Gubernur Jabar Danny Setiawan pada pemeriksaan sebelum masa jabatan Gubernur Jabar periode 2003-2008 tercatat sebesar Rp 4.432.340.226, tetapi kini meningkat menjadi Rp 8.953.932.249.
Cawagub Jabar Iwan Ridwan Sulandjana saat menjabat sebagai Asisten Operasional Kepala Staf TNI AD tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 1.283.075.190 dan 5.000 dollar AS. Setelah pensiun, ia memiliki Rp 3.229.301.615 dan 13.000 dollar AS.
Wakil Gubernur Jabar Nu'man Abdul Hakim per 28 Februari 2005 memiliki harta kekayaan sebesar Rp 1.839.911.425 dan 5.000 dollar AS. Kini jumlah kekayaannya naik menjadi Rp 7.531.833.580 dan 5.000 dollar AS.
Cawagub Jabar Dede Yusuf saat menjadi anggota DPR per 18 Desember 2003 memiliki harta Rp 1.055.250.000. Akan tetapi, pada 13 Maret 2008 jumlah kekayaannya mencapai Rp 13.300.506.000 dan 10.000 dollar AS.
Tak berpengaruh
Pengamat hukum dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, mengatakan, besar atau kecilnya harta kekayaan ketiga pasangan cagub-cawagub dinilai netral dan tidak memberikan pengaruh terhadap pilihan para pemilih. "Kekayaan ini akan berguna pascajabatan gubernur dan wakil gubernur terpilih lima tahun mendatang. Bila terdapat kenaikan harta kekayaan yang tidak wajar, harus dilakukan pembuktian terbalik (membuktikan dari mana asal harta itu)," Asep menegaskan.
Sebaliknya, pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Alex Jemadu, berpendapat besarnya harta kekayaan cagub-cawagub memberikan sedikit pengaruh pada pilihan masyarakat pemilih pada 13 April mendatang. Alasannya, hanya sedikit di antara 27.972.924 pemilih yang mampu bersifat skeptis dan berani menggugat asal harta kekayaan ketiga pasangan calon. "Hanya pemilih yang peduli yang mempertanyakan asal harta kekayaan cagub-cawagub," ujar Alex. (A15)

