BAGHDAD, SENIN - Serangan kelompok-kelompok perlawanan semakin meningkat di Irak. Selama hari Minggu (23/3) serangan itu menewaskan sedikitnya 57 orang.
Serangan dengan jumlah korban terbesar adalah pengeboman bunuh diri di Mosul yang menewaskan 13 orang. Zona Hijau, jantung pertahanan AS di Baghdad seharian dihujani roket dan mortir sehingga mengakibat sejumlah kerusakan.
Berbagai insiden itu menunjukkan bahwa kelompok-kelompok perlawanan anti-AS dan pemerintahan boneka Irak belum habis. Bahkan mereka terus melawan ketika perang memasuki tahun keenam.
Serangan di Mosul dilakukan seorang pengemudi dengan cara menabrakkan mobilnya yang penuh bom ke sebuah pos pemeriksaan meski sudah dihujani tembakan. Lalu sopir itu memicu bom yang akhirnya menewaskan 13 tentara Irak dan melukai 42 orang lainnya. Tembakan tidak mampu menghentikan mobil itu karena kacanya antipeluru.
Mosul adalah kota ketiga terbesar di Irak, 360 km dari Baghdad. Kota ini digambarkan sebagai kawasan urban terakhir yang masih dihuni sebagian besar anggota al Qaeda dan ekstremis Sunni.
Sementara itu di Baghdad, ratusan mortir dan roket menghantam Zona Hijau, sejak Minggu pagi hingga menjelang sore. Dari kejauhan terlihat asap hitam pekat membubung tinggi dari kawasan di jantung Baghdad itu. Sistem keamanan militer AS langsung memperingatkan seluruh penghuni zona itu untuk berlindung.
Di zona itu dilaporkan lima orang luka, namun Kedutaan Besar AS di Irak tidak menyebutkan kewarganegaraan para korban. Zona itu menjadi tempat berlindung kantor-kantor utama pemerintahan Irak, serta kedubes AS dan Inggris. Namun polisi Irak menyebutkan 10 warga sipil tewas dan 20 lainnya luka dalam serangan yang terus-menerus itu.
Insiden lain di Baghdad, tujuh orang tewas dan 14 lain luka ketika sebuah bom bunuh diri diledakkan di kawasan Shula yang mayoritas penghuninya orang Syiah.
Insiden lain, sejumlah pria bersenjata menembaki sekelompok orang yang sedang menunggu bus di tenggara Baghdad. Tujuh orang tewas dan 16 lainnya luka dalam insiden ini, termasuk wanita dan anak-anak. Polisi juga menemukan 12 mayat penuh luka tembak, enam di Baghdad, empat di Mosul dan dua di Kut.
Sementara itu, sejumlah mortir ditembakkan ke markas pasukan AS di kota Hillah, 100 km selatan Baghdad. Belum diketahui jumlah korban dalam insiden ini dan militer AS tidak segera memberikan komentar atas pertanyaan wartawan.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di Zona Hijau itu. Namun ada kecurigaan, pelakunya adalah ekstremis Syiah, bila arah asal tembakan itu. Serangan ini terjadi menyusul baku tembak antara Angkatan Bersejata Mahdi, kelompok ekstremis yang loyal pada pemimpin Syih Muqtada al-Sadr.(AP)
