Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 20:27 WIB
Mantan Presiden Palestina "Selundupkan" 3.000 Ponsel
Bambang Putranto | Kamis, 20 Maret 2008 | 01:39 WIB
|
Share:

RAMALLAH, KAMIS - Mantan presiden sementara Palestina, Rauhi Fattouh, sempat ditahan sebentar oleh penjaga perbatasan Israel, karena di dalam bagasi mobilnya ditemukan 3.000 buah telepon seluler, dan 20 kotak rokok.

Seorang pejabat militer Israel, Rabu, mengabarkan, Fattouh diperiksa saat melintas jembatan Allenby yang menghubungkan wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel dengan Yordania, Selasa. Pemeriksaan atas mobil Fattouh dilakukan karena militer Israel mendapatkan informasi bahwa mobil itu membawa "sesuatu". Saat itu Fattouh bersama sopirnya.

Padahal sesungguhnya Fattouh (58) boleh bebas melenggang tanpa pemeriksaan, karena ia memegang kartu VIP yang dikeluarkan Israel. Kartu itu diberikan kepada para pejabat penting Palestina yang dianggap "lunak" oleh Israel guna memudahkan si pemilik kartu melakukan mobilitas di kawasan yang dikuasai Israel itu.

Fattouh termasuk orang penting Palestina. Ia pernah menjabat sebagai ketua parlemen Palestina, dan kemudian menjadi presiden sementara mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Yasser Arafat karena meninggal dunia. Ia menduduki kursi presiden selama dua bulan sampai terpilihnya Mahmoud Abbas sebagai presiden definitif pada Januari 2005.

Karena jabatannya itu Fattouh memperoleh fasilitas pensiun layaknya presiden, termasuk mendapatkan sebuah vila berlantai dua.

Atas peristiwa yang dikategorikan sebagai penyelundupan itu, pemerintah Israel untuk sementara membekukan kartu VIP yang dipunyai Fattouh. Namun, ia dan sopirnya tidak ditahan.

Namun, Fattouh, sebagaimana pengakuannya yang disiarkan oleh kantor berita Palestina, Maan, menyatakan bahwa ia tidak tahu tentang keberadaan ponsel dan rokok sebanyak itu di dalam mobilnya. Ia menuding sopirnya yang melakukan "tindakan tak bermoral" itu. Ia bahkan berencana akan memperkarakan sopirnya tersebut.(AP)