JAKARTA, JUMAT - Pemerintah Indonesia akan aktif membahas rencana Aksi 10 Tahunan Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Dakar Senegal.
Hal ini disampaikan juru bicara Departemen Luar Yohannes Kristiarto Soeryo Legowo usai jumpa pers di Kantor Deplu Jalan Taman Pejambon, Jumat (14/3). Menurut Kristiarto, agenda Aksi 10 Tahunan ini sangat luas, tidak hanya terkait masalah politik.
"Agendanya juga membahas masalah ekonomi dan perdagangan, dan juga yang terkait dengan revitalisasi OKI. Selain itu juga dibahas juga hal-hal yang terkait masalah regional yang menyangkut masalah negara-negara OKI," kata Kristiarto.
Kristiarto mengatakan koflik Timur Tengah merupakan salah satu masalah penting yang dibicarakan, khususnya masalah Palestina yang akan memperoleh porsi besar perhatian dalam KTT itu.
"Pembahasan Palestina di KTT OKI dimaksudkan untuk menegaskan kembali komitmen OKI mendukung bangsa Palestina untuk dapat mendirikan negara yang merdeka sesuai batas-batas yang diakui secara internasional. Kita juga akan secara kreatif, membahas cara-cara yang efektif mendorong realisasi cita-cita negara Palestina," katanya.
Namun Kristiarto enggan berkomentar lebih jauh soal target dan hasil yang diharapkan oleh Indonesia melalui KTT OKI.
