Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 20:02 WIB
Pasar Elektronik Belum Terganggu Ancaman Pelambatan Ekonomi
Erlangga Djumena | Kamis, 13 Maret 2008 | 15:33 WIB
|
Share:

Erlangga Djumena

NUSA DUA,KAMIS - Meski di bawah ancaman pelambatan ekonomi, pasar elektronika Indonesia dinilai masih menggiurkan.  Untuk permintaan televisi saja pada tahun 2008  ini diperkirakan akan mencapai 4,35 juta unit naik dari tahun lalu yang mencapai 4,16 juta unit. "Data dari EMC (Electronic Marketer Club) untuk penjualan CRT (cathode ray tube) TV saja pada  bulan Januari 2008 menunjukan angka tertinggi selama ini yaitu  sebanyak 415 ribu unit," sebut Presdir PT Sharp Electronics Indonesia (SEID), Fumihiro Irie, saat peluncuran produk terbaru Sharp, TV Alexander Slim, di Bali, Kamis (13/3).

Masih tingginya minat masyarakat Indonesia itulah, sebut Irie, yang membuat pihaknya berkeyakinan untuk meluncurkan produk baru bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Assisten Generar Manager  Audio Video PT SEID, Herdiana Anita, berdasarkan data yang ada, sampai saat ini penjualan elektronik secara umum maupun SEID, belum terganggu oleh adanya ancaman pelambatan ekonomi."Belakangan ini sih,  pasar elektronik tidak turun. even semua industrinya, bukan hanya Sharp saja," sebutnya menjawab pertanyaan kompas.com.

Namun untuk mengantisipasi, pengaruh harga minyak dunia yang terus melambung, bahkan saat ini sudah menembus 110 dollar AS per barrel, pihak SEID, menurut Irie mulai April ini membentuk divisi khusus untuk yang fokus untuk mencari komponen-komponen yang terbaik secara harga dan kualitas sehingga tidak perlu menaikkan harga produknya, bila harga minyak terus melambung.  "Supaya kita bisa mempertahankan posisi harga dan posisi pangsa pasar, itu posisinya," sebut Irie. Menurutnya harga minyak memang mempengaruhi terhadap harga-harga komponen.

Sharp tahun 2008 ini menargetkan pangsa pasar sebesar 32 persen atau sekitar 1,4 juta unit dari semua kategori TV. Alexander slim sendiri merupakan jagoan Sharp dalam pangsa slim flat TV untuk menggerus pangsa yang beberapa tahun terakhir ini dikuasai Samsung dan LG.  Dengan desain LCD look-nya yang diklaim sebagai ultra slim (layar lebih tipis 20-30 persen TV konvensional) serta dengan performa suara yang jernih dan bass rendah, sebagaimana slogan "Iioto" (good sound) nya, SEID menargetkan penjualan mainan anyarnya itu sebesar 17 persen dari total pasar slim flat di Indonesia, atau sekitar 219 ribu unit.