Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 05:54 WIB
Warga Taman BMW Tenang Hadapi Isu Penggusuran
Dianovita | Minggu, 9 Maret 2008 | 17:39 WIB
|
Share:

KOMPAS/ PASCAL SB SAJU
Taman Bersih, Manusiawi, dan Wibawa (BMW) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, saat ini tinggal nama. Sebagian besar lahan telah diokupasi warga secara liar. Ada yang membangun rumah, membuka kebun sayur-mayur, bahkan setelah dikapling-kapling lalu dijual dan dibiarkan kosong, Kamis (13/9).

TERKAIT:

JAKARTA, MINGGU- Berita mengenai rencana penggusuran Taman Bersih, Manusiawi, dan Wibawa (Taman BMW) Papango, Tanjung Priok, Jakarta Utara ditanggapi dengan tenang oleh warga yang bertempat tinggal di sana. "Kami di sini tenang saja. Soalnya belum ada surat apapun dari Lurah atau Camat," ujar Kosasih salah satu ketua kelompok warga saat ditemui Minggu (9/3).

Saat ditanya bagaimana kalau penggusuran terjadi, Kosasih menjawab, "Kalau mereka datang dengan baik-baik, kita sambut dengan baik, tapi kalau mereka datang dengan kasar, kita juga akan lawan," katanya.

Belum adanya informasi resmi tentang pengusuran juga diungkapkan salah satu warga Suwiryo. "Belum ada informasi resmi, kita cuma tahu dari media. Camat saja belum pernah turun langsung. Saya bingung katanya pemerintah mau mengurangi kemiskinan, tapi dengan seperti ini kan malah menambah kemiskinan," kata Suwiryo yang bekerja sebagai tukang bangunan.

Kosasih dan Suwiryo berharap Pemerintah hendaknya mengajak masyarakat untuk bertemu dan bermusyawarah. "Kita bersedia untuk musyawarah, warga di sini ga neko-neko, kok," tutur Kosasih.

Pantauan Kompas.com wilayah Taman BMW ini banyak bangunan yang baru akan dan selesai dibangun. Bahan bangunan rumah warga bervariasi ada yang dari papan triplek, anyaman bambu, dan batako.

Menurut Kosasih, luas wilayah Taman BMW sekira 26 hektar dan jumlah Kepala Keluarga (KK) di tempat itu sekitar 1000 KK. Profesi mereka bermacam-macam ada tukang bangunan, pemulung,tukang ojek dan pedagang.

Konsep RTH Berpenghuni

Sementara itu, dari pihak Urban Poor Consorsium Endang yang mendampingi warga mengatakan UPC dan warga telah mengajukan konsep untuk menata tempat tinggal warga di Taman BMW agar memenuhi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"Konsep yang kami tawarkan adalah RTH yang berpenghuni. Dengan adanya penghuni RTH tersebut lebih terjaga dan terawat dibandingkan RTH tanpa penghuni. Kami juga sudah menyiapkan arsiteknya," kata Endang.

Menurut Endang, konsep tersebut sudah diajukan ke DPRD DKI Jakarta pada tanggal 25 Februari 2008 lalu dan saat ini sedang dibicarakan dengan fraksi-fraksi.

Konsep itu, lanjut Endang lebih baik jika dibandingkan pengusuran. " Penggusuran kaum miskin bukan merupakan solusi dari masalah, tapi malah menambah masalah. Karena selama ini jika kaum miskin digusur mereka pasti mencari lahan baru lagi untuk tempat tinggal mereka, jadi kami berharap konsep kami diterima," tegas Endang. (DIV)