Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 05:54 WIB
The Fed Turunkan Bunga, Hot Money Deras
| Rabu, 5 Maret 2008 | 17:25 WIB
|
Share:

JAKARTA,RABU -  Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga mengatakan, apabila rencana bank sentral AS (The Federal Reserve) menurunkan kembali bunga acuannya, Fed rate, pada bulan ini terealisasi, akan terus meningkatkan arus dana jangka pendek (hot money) masuk ke pasar domestik.

"Bunga Fed diperkirakan akan turun antara 50 basis poin hingga 75 basis poin menjadi 2,50 persen atau 2,25 persen, dan ini akan memicu hot money terus masuk, apalagi perkiraan BI rate tetap pada 8 persen," katanya di Jakarta, Rabu (5/3).

Menurut dia, masuknya dana asing ke pasar domestik merupakan peluang yang besar, apalagi kita sangat membutuhkan dana tersebut untuk memicu pertumbuhan ekonomi. "Makin besar dana asing itu masuk ke pasar akan semakin baik. Jadi bukan harus diwaspadai, namun bagaimana caranya untuk bisa dimanfaatkan dengan baik," katanya.
    
Dana asing dalam jangka pendek itu menurut dia, harus bisa ditangkap masuk ke berbagai instrumen Bank Indonesia (BI) baik melalui Surat Utang Negara (SUN) dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Ditanya apakah arus masuk modal asing itu harus diwaspadai, menurut dia, pengertian diwaspadai mungkin berkaitan dengan besarnya selisih bunga rupiah dan dolar akan membuat beban pemerintah semakin berat. "Kami optimistis pemerintah juga sudah mempersiapkan kemungkinan itu agar tidak menjadi masalah dikemudian hari," ujarnya.

Edwin Sinaga yang juga Dirut Finance Corpindo mengatakan, pemerintah harus bisa mengalihkan dana asing dalam jangka pendek itu menjadi jangka panjang dan dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi lebih lanjut. "Yang penting bisa dijaga agar dana tersebut tetap bertahan dan kalau keluar secara tidak berbarengan," katanya.

Arus keluar (capital flight) dari dana jangka pendek yang tiba-tiba dari negeri ini akan membuat kekacauan perekonomian.  "Untuk itu, kondisi fundamental yang baik dan nyaman untuk investasi diharapkan akan membuat dana-dana tersebut dapat berada di sini lebih lama, demikian Edwin Sinaga. (ANT)