Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 16:32 WIB
Menerbitkan Buku Sejak Dini, Kenapa Tidak?
| Sabtu, 1 Maret 2008 | 17:05 WIB
|
Share:

JAKARTA, SABTU – Jika Anda memiliki anak yang gemar menuangkan gagasan-gagasannya dalam sebuah tulisan, jangan dibiarkan. Anda bisa mendorongnya untuk produktif menulis dan menerbitkan tulisan-tulisannya dalam bentuk buku atau novel. Saat ini juga banyak penerbit-penerbit di tanah air yang siap menerima tulisan-tulisan dari anak-anak hingga remaja untuk diterbitkan.

Ramya, contohnya. Gadis berusia 9 tahun ini awalnya hanya hobi menulis. Namun, setelah banyak tulisan yang dihasilkannya dan ada peluang melalui penerbit, akhirnya dia terdorong untuk mengirimkan cerpen-cerpennya untuk dijadikan sebuah buku yang berjudul, Dunia Es Krim.

“Awalnya itu cuma cerita-cerita pendek saja, trus kata teman-temen sekolah bagus. Bahkan ada yang bilang, bagus kok, kenapa nggak diterbitkan aja. Akhirnya dikirim deh ke penerbit,” ujarnya.

Ramya berpendapat, tidak sulit sebenarnya untuk bisa menghasilkan tulisan dan kemudian menerbitkannya. Ia bisa menyelesaikan satu cerpen dalam waktu kira-kira 2-3 minggu saja. “Sebenarnya idenya datang dari sehari-hari kok, jadi begitu ada ide tuliskan aja dulu,” ujar Ramya.

Demikian juga dikatakan Sekar, penulis buku I Love Cooking. Menurut gadis berusia 15 tahun ini, jangan menunda-nunda menulis gagasan yang tiba-tiba terpikir meski tidak harus langsung menyelesaikannya.

“Kalau punya ide, langsung ditumpahkan aja dulu. Sekarang sudah banyak banget ide-ide di my documents (folder di komputer-Red) saya, tapi belum diselesaikan. Ya itu, biasa penyelesaiannya tergantung mood,” katanya sambil tertawa.

Menurut Asmanadia dari Lingkar Pena Publishing House yang juga penulis buku Catatan Hati Seorang Istri yang menjadi bestseller, sebelum dikirimkan ke penerbit, lebih baik hasil karya diberikan ke orang-orang terdekat dulu untuk dibaca dan dimintai pendapat.

“Jadi supaya makin matang, minta dulu orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman-teman untuk tahu pendapat mereka dan minta masukan. Nah setelah dikirim, paling proses di penerbit sekitar 3-6 bulan untuk dibaca editor, karena naskah di penerbit kan bertumpuk tuh,” ujar Asmanadia. (C2-08)