Sabtu, 20 Desember 2014

News /

Pancuran Bambu Meriahkan Suasana Taman

Sabtu, 1 Maret 2008 | 04:46 WIB

Keindahan bambu, biasanya dihadirkan dalam bentuk rumpun atau deretan tanaman bambu di taman. Desau angin yang meniup helai-helai daun bambu akan menghadirkan gemerisik lembut yang enak didengar. Namun menanam bambu, artinya Anda harus siap dengan rutinitas menyapu serasah daun keringnya. Jika Anda merasa tak sanggup memikul tugas menyapu ini, sebagai alternatif, potongan-potongan batang bambu juga bisa mempercantik taman. Kali ini Tabloid RUMAH akan menghadirkan pancuran dari bambu yang akan mempercantik penampilan kolam Anda.

Taman yang dilengkapi dengan kolam akan terkesan sejuk dan asri. Ponten ini akan meningkat jika ada suara aliran atau gemericik air. Anda bisa mencoba membuat pancuran bambu seperti terlihat pada gambar utama. Pancuran ini akan menghasilkan suara “duk-duk”, ditingkahi dengan suara air yang tertumpah dari tabung bambu ke kolam. Untuk memperkuat kesan alami, pinggiran kolam sebaiknya dikeraskan dengan batu kali, baik yang bulat maupun potongan. Batu-batu ini dibenamkan dan dipadatkan ke dalam tanah, sementara pada sambungan antarbatunya bisa ditambahkan sedikit semen untuk memperkokoh batu.

Untuk konstruksi pancuran bambunya sendiri, Anda bisa memilih bambu hitam/wulung/ater yang cukup tahan terhadap air. Siapkan bambu dengan diameter 5—7 cm untuk buluh air dan tiang plus diameter 1—2 cm, untuk penyangga. Untuk memperkuat, sebaiknya pilih bambu yang sudah mengalami proses pengolahan/pengawetan. Sebagai pengikat, Anda bisa mempergunakan tali ijuk aren. Selain itu Anda harus menyiapkan pipa PVC dengan diameter 5—7 cm (sesuaikan dengan diameter bambu buluh air yang Anda gunakan) dan pompa listrik untuk mengalirkan air.

Berikut adalah cara pengerjaannya.

1. Potong bambu hitam/wulung/ater dengan diameter 5—7 cm sepanjang 60—70 cm sebanyak 4 buah dan sepanjang 45—55 cm sebanyak 2 buah. Pastikan bahwa bagian teratas dan terbawah dari batang bambu yang akan berfungsi sebagai tiang ini tertutup oleh ruas.
2. Potong bambu diameter 1—2 cm sepanjang 40 dan 50 cm untuk bambu penyangga.
3. Potong bambu diameter 5—7 cm untuk buluh air sepanjang 1 m dan 1,3 m. Pada salah satu ujung masing-masing bambu, potonglah menyilang seperti bentuk bambu runcing.
4. Untuk bambu buluh air ukuran 1 m, lubangi ruas-ruas di dalam batang bambunya agar bisa dilalui air. Demikian juga bagian akhir ruasnya, agar dapat disambung dengan pipa PVC.
5. Sementara untuk bambu buluh air ukuran 1,3 m, lubangi ruas-ruasnya agar dapat menampung air, tetapi bagian dasarnya biarkan tetap tertutup oleh ruas.
6. Ambil dua potongan bambu panjang 60—70 cm/bambu tiang, kemudian buat lubang menembus pada posisi 15—20 cm dihitung dari bagian atas bambu. Sesuaikan besar lubang dengan diameter bambu untuk penyangga. Ukuran lubang harus lebih besar sedikit dari diameter bambu penyangga, agar bambu buluh air bisa bergerak bebas.
7. Pasang bambu yang sudah dilubangi tadi berjajar di atas batu dengan bantuan semen. Jarak antaranya ± 30cm. Pastikan lubang-lubang pada bambu berada pada posisi sejajar.
8. Sisipkan bambu penyangga panjang 40 cm menembus mulai dari bambu tiang pertama, bambu buluh air ukuran 1,3 m dan berakhir di bambu tiang kedua.
9. Buat ikatan dengan tali ijuk untuk menyatukan bambu penyangga dan bambu buluh air.
10. Ambil bambu tiang ukuran 45—55 cm dan bambu penyangga ukuran 50 cm. Pasang bambu tiang berjajar dan bambu penyangga melintang di tengahnya pada posisi 15—20 cm dihitung dari bagian atas bambu. Ikat dengan menggunakan tali ijuk.
11. Lekatkan konstruksi ini pada batu kali dengan sedikit semen dan posisikan objek ini di belakang susunan bambu buluh air ukuran 1,3 m.
12. Ambil dua batang bambu tiang ukuran 60—70 cm yang tersisa. Posisikan bersilangan kemudian lekatkan bagian bawahnya ke batu alam dengan bantuan semen.
13. Letakkan buluh air ukuran 1 m di antara bambu bersilang tadi. Ikat dengan tali ijuk agar posisinya kokoh (gambar g). Posisikan susunan ini di depan susunan bambu buluh air ukuran 1,3 m dengan ujung-ujung bambu buluh air saling berhadapan.
14. Sambung pangkal bambu buluh air ukuran 1 m dengan pipa PVC dan hubungkan dengan pompa air. Pastikan bahwa Anda memilih pompa air yang ukurannya sesuai dengan debit air yang akan Anda alirkan. Sebaiknya pompa air diletakkan di atas permukaan tanah agar mudah perawatannya. Untuk menyamarkan, Anda bisa menanam tanaman hias semak di sekitarnya.
15. Untuk memperkuat bambu, lapisi bambu dengan cat clear coating untuk batu alam.

Dengan aliran air, maka kondisi kolam terhitung lebih sehat dibanding kolam yang airnya tak bergerak. Untuk menambah warna pada kolam, Anda bisa memelihara ikan yang menyukai aliran air seperti ikan emas atau koi. (cia)

Sumber: Tabloid Rumah


Editor :
Sumber: