Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 05:52 WIB
Sungai Tercemar,Air untuk 200 Ribu Warga Distop
| Rabu, 27 Februari 2008 | 15:07 WIB
|
Share:

getty images/china photo
Kondisi sungai di sebagian besar wilayah China terpolusi berat seiring dengan meningkatnya industrialisasi di negeri itu.

BEIJING, RABU - Perintah Provinsi Hubei di China tengah terpaksa memutus saluran air bersih untuk 200.000 pelanggan serta menutup sejumlah sekolah.

Tindakan itu diambil setelah Sungai Hanjiang, sungai utama di Hubei, tercemar berat.  Anak Sungai Yangtze itu menjadi berwarna merah dan berbusa.

Akibat penutupan itu sebagian besar masyarakat di sepanjang sungai harus mengandalkan sumber-sumber air bersih lainnya, misalnya sumber air darurat. Sementara itu, menurut Kantor Berita Xinhua, 60.000 orang menggantungkan diri pada air kemasan dan air tanah.

Lima sekolah di kota Xingou ditutup sementara lainnya tetap buka namun tidak bisa menyediakan makanan untuk murid-muridnya.

Gao Qijin, direktur perusahan air minum di Kota Xingou, mengatakan para pejabat telah menemukan bahwa Sungai Dongjien, salah satu jaringan Sungai Hanjiang, berwarna merah dan bergelembung. Perusahaan itu langsung berhenti mengambil air dari sungai itu.

Uji laboratorium menunjukkan air sungai itu tercemar berat oleh amoniak, nitrogen, dan permanganate, sebuah bahan kimia yang digunakan untuk pembersihan logam, penyamakan atau pemutihan. Menurut Xinhua, sumber polusi itu belum ditemukan dan penyelidikan sedang dilakukan.
       
Pejabat setempat juga menutup pintu air yang menghubungkan Sungai Hanjiang ke anak-anak sungainya. Mereka juga menggunakan air dari Danau Changhu untuk menggelontor polutan itu.       
    
Pada September 2007, sebuah pabrik kertas membuang limbah secara langsung ke Sungai Hanjiang dan ini memaksa pemerintah setempat memutus sementara saluran air bersih ke pelanggannya. Tidak disebutkan berapa orang terkena dampaknya.(AP)