JAKARTA, SENIN - Kabut terang yang muncul secara misterius di Venus selama beberapa hari dan menghilang kemudian, telah mengungkap adanya gerakan dinamis pada lapisan atmosfir di sana yang tidak ditemukan di Bumi.
Kamera Pengamat Venus (VMC) milik Badan Antariksa Eropa menangkap serangkaian gambar yang menunjukkan perkembangan kabut terang tersebut di belahan selatan Venus pada Juli 2007. Selama beberapa hari terlihat jejak-jejak awan yang secara terus-menerus bercahaya dan kemudian meredup, berpindah ke arah garis ekuator dan kemudian kembali ke kutub selatan.
Peralihan gelap dan terang ini mengindikasikan daerah yang ditutupi awan dimana radiasi ultraviolet diserap dan dipantulkan oleh partikel asam sulfur. Sementara itu, peralihan gelap pada gambar VMC masih misteri. Ini disebabkan oleh sesuatu yang menyerap sinar radiasi UV, namun para peneliti masih belum mengetahui apa unsur kimia yang menyusunnya
Gas sulfur dioksida dan sedikit uap air biasanya ditemukan di bawah ketinggian 43 mil atau 70 km di atmosfer Venus yang kaya akan karbondioksida.
Ilmuwan ESA berpikir bahwa partikel asam sulfur yang menyusun kabut terang itu terbentuk ketika proses atmosferik mengangkat gas sulfur dioksida dan uap air di atas awan dan terkena radiasi ultraviolet dari Matahari. Radiasi UV memecahkan molekul dan membuatnya makin reaktif. Pecahan-pecahan molekul dengan segera mencari satu sama lain dan membentuk partikel asam sulfur.
“Prosesnya hampir sama dengan apa yang terjadi dengan asap di perkotaan,” ujar anggota tim misi Dmitri Titov dari Max Planck Institute for Solar System Research di Jerman, Senin (25/2).
Tepatnya, apa yang menyebabkan sulfur dioksida dan uap air tidak diketahui, namun Titov mengatakan ini sama seperti beberapa proses lain yang juga terjadi di atmosfer Venus.
