JAKARTA,JUMAT - Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, investasi pengembangan Blok Cepu hingga produksi puncak sebesar 175.000 barrel per hari diperkirakan mencapai Rp 35 triliun. "Sampai saat ini biaya yang dikeluarkan sudah Rp 4 triliun," katanya usai menghadiri penandatanganan pengalihan 10 persen kepemilikan (participating interest/PI) Blok Cepu ke empat BUMD di Semarang, Jumat (22/2).
Purnomo meminta, melalui penandatanganan kesepakatan PI ke BUMD tersebut, produksi Blok Cepu sebesar 20.000 barel per hari dapat terwujud sesuai target yakni akhir 2008. "Dari empat sumur yang dibor sudah dapat 20.000 ribu barel per hari. Sekarang ini, hanya tinggal pembangunan pipa dan pembebasan lahan dan ini perlu dukungan daerah," ujarnya.
Ia juga memperkirakan, produksi minyak dan juga gas Blok Cepu bisa lebih besar karena belum menyentuh ke lapangan lain. Poses pengalihan PI tersebut merupakan kali kedua setelah Blok CPP ke BUMD Riau sejak era otonomi daerah 2001.
Ia mengingatkan, dengan investasi yang begitu besar, pengelolaan Blok Cepu harus dilakukan profesional agar produksi yang diharapkan bisa tercapai. Purnomo mencontohkan, produksi CPP yang turun begitu diserahkan ke BUMD. "Jangan nafsu besar tenaga kurang," katanya.
Ia juga mengatakan, Blok Cepu merupakan salah satu sumber minyak ke depan, selain blok yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia dan PT Pertamina EP. Ia berharap Blok Cepu dikelola dengan baik karena selalu diingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi tumpuan produksi migas ke depan.
Sementara itu wakil Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Abdul Muin mengatakan, dengan penandatanganan itu pihaknya optimis produksi minyak sebesar 20.000 barel per hari tercapai akhir 2008. "Percepatan pengembangan Blok Cepu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan juga nasional," katanya.
Ia mengakui, sekarang kegiatan Cepu memasuki masa kritis karena terkendala pembebasan lahan. "Pembangunan fasilitas produksi sudah harus mulai Mei ini. Dengan bantuan daerah, kami harapkan masalah lahan selesai sesuai waktu," tambahnya.
Muin juga mengatakan, rencana produksi puncak dan pengeborannya juga terus berjalan. Sebanyak empat BUMD secara resmi memiliki 10 persen PI Blok Cepu setelah ditandatanganinya perjanjian jual beli dengan Mobil Cepu Ltd (MCL)dan Ampolex (Cepu) Pte Ltd yang keduanya anak perusahaan ExxonMobil Corporation dan PT Pertamina EP Cepu yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero).
Ke empat BUMD itu adalah PT Sarana Patra Hulu Cepu milik Pemda Propinsi Jawa Tengah, PT Asri Dharma Sejahtera milik Pemda Kabupaten Bojonegoro, Jatim, PT Blora Patragas Hulu milik Pemda Kabupaten Blora, Jateng, dan PT Petro Gas Jatim Utama Cendana milik Pemda Propinsi Jatim.
Penandatanganan kesepakatan selain dihadiri Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, juga Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz, Gubernur Jatim Imam Utomo, Wakil Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Abdul Muin, Dirut Pertamina Ari Soemarno dan Wakil Direktur ExxonMobil Oil Indonesia Maman Budiman.
Dengan adanya perjanjian yang dicapai setelah melakukan negosiasi secara komersial itu maka kepemilikan PI Blok Cepu adalah MCL dan Ampolex 45 persen, Pertamina EP Cepu 45 persen, dan empat BUMD 10 persen.
ExxonMobil dan Pertamina mengumumkan penemuan lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu pada Maret 2001, yang diperkirakan memiliki kandungan minyak lebih dari 250 juta barel. Produksi awal Lapangan Banyu Urip sebesar 20.000 barel per hari
direncanakan akhir 2008 dengan prediksi produksi puncak 165.000 barel per hari pada 2010. (ANT)

