Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 05:48 WIB
Hotel di Bali Hidupkan Generator Bergiliran
| Rabu, 20 Februari 2008 | 16:58 WIB
|
Share:

 

DENPASAR, RABU- Untuk mengurangi pemakaian listrik, PT Perusahaan Listrik Negara Area Bali meminta pengelola perhotelan di seluruh Pulau Dewata, khususnya yang masuk dalam kategori hotel berbintang, menghidupkan generator secara bergiliran, minimal selama dua jam sehari.

Cara ini ditempuh untuk meminimalisasi kemungkinan terburuk akibat defisit daya listrik yang semakin parah dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Humas PT PLN Bali Wayan Redika di Denpasar, Rabu (20/2) mengatakan, hal itu sudah dilakukan sejak awal pekan ini. Atas permintaan itu, kata dia, kalangan perhotelan sangat responsif dan melaksanakan permintaan itu. Maka, pihaknya berharap agar kemungkinan terburuk yakni terjadinya pemadaman sebagian maupun keseluruhan pelanggan listrik akibat defisit daya listrik di Jawa Bali tidak sampai terjadi.

"Pemadaman itu menjadi pilihan terakhir. Agar tidak sampai terjadi, kami meminta pengurangan daya listrik itu di kalangan industri perhotelan. Maka, kami sangat menghargai upaya mereka untuk mengikuti permintaan kami dengan menghidupkan generator," kata Redika tanpa menyebut angka perkiraan penghematan daya listrik ketika generator perhotelan dihidupkan.

Dari perkiraan maksimal kekurangan maupun defisit daya listrik dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali, Bali diperkirakan harus menanggung beban sekitar 4-5 persen dari total kekurangan atau defisit. Selama ini kebutuhan da ya listrik pada saat beban puncak di Bali mencapai 455 Megawatt (MW).

Persediaan listrik maksimal yang mampu dilakukan mencapai 560 MW. Namun, karena masih terintegrasi dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali, krisis daya listrik di sejumlah pembangkit di Pula u Jawa secara otomatis akan memengaruhi kondisi kelistrikan di Bali pula.