BANDUNG, RABU - Universitas Padjadjaran Bandung menggelar "Pasanggiri Tarucing Cakra (TTS) berbahasa Sunda, untuk memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional 2008. Gelaran unik seperti itu, baru pertama kali digelar di Indonesia.
Kegiatan pasanggiri atau lomba ’unik’ yang akan digelar, Kamis (21/2) besok, terselenggara oleh Unpad bekerjasama dengan Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PPSS) dan Dinas Kabudayaan dan Pariwisata Jabar.
Lomba mengisi teka teki silang berbahasa sunda itu akan diikuti oleh 50 orang dengan menggunakan media komputer on-site di Graha Sanusi, Unpad Jalan Dipatiukur Kota Bandung.
"Pasanggiri ini pertama kali digelar di Jabar bahkan di Indonewsia, dengan tujuan memelihara bahasa ibu (Sunda) tanpa mengabaikan perkembangan teknologi terkini," kata Koordinator Humas Unpad Bandung, Weny Widyowati, Rabu.
Rencananya, kegiatan yang akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat H Danny Setiawan itu, akan dimeriahkan dengan Kidung Basa Indung, Sajak Sunda, Dongeng Sunda, kawih Bandung Lembur Kuring serta kesenian Longser.
"Tujuannya pasanggiri ini dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya lokat, terutama memelihara keberadaan bahasa Ibu di Jawa Barat yakni Bahasa Sunda," kata Weny.
Sementara itu rangkaian peringatan Hari Bahasa Ibu International, 21 Februari 2008 ini, juga dimeriahkan dengan Pasanggiri Dongeng Kaum Ibu se-Jabar yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat.
Dari ajang pasanggiri mendongeng dengan bahasa Sunda itu, menghasilkan juara ’pinilih’ (terbaik) Henny Nurbaiduri S.Sos dari Kabupaten Garut.
"Pemenang pasanggiri dongeng itu akan tampil pada acara pasanggiri Tarucing Cakra di Unpad," kata salah seorang staf Disbudpar Jabar.
Dalam rangka Hari Bahasa Ibu International 2008 kali ini, Disbudpar Jabar mengangkat tema "Basa Indung Dina Alam Kajagatan" atau "Bahasa Ibu Dalam Era Globalisasi". (ANT)
