Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 00:49 WIB
Tiket Pembukaan dan Penutupan Ditentukan Undian
| Rabu, 20 Februari 2008 | 01:01 WIB
|
Share:

 JAKARTA, SELASA - Terbatasnya alokasi tiket upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade Beijing 2008 membuat panitia memutuskan menjualnya lewat undian.

"Indonesia mendapat kuota total 1.863 tiket. Dari jumlah itu, hanya 10 tiket untuk upacara pembukaan dan 10 tiket untuk upacara penutupan. Karena jumlahnya sangat terbatas, pembeliannya di Indonesia dilakukan dengan undian," ujar Sudjadi Sudjianto, Marketing Director Ticket Station, agen resmi penjualan tiket Olimpiade Beijing.

Alokasi jumlah tiket tiap negara ditentukan panitia penyelenggara Olimpiade Beijing 2008 (BOGOC) berdasarkan prestasi, jumlah atlet, dan sejarah negara tersebut di Olimpiade. Secara keseluruhan, BOGOC menyediakan lebih dari 7 juta lembar tiket, yang 25 persennya untuk dijual di luar China.

Yusheri dari Ticket Station menjelaskan, peminat tiket pembukaan dan penutupan harus mengisi formulir pendaftaran dan menyertakan foto. Tiket upacara pembukaan dan penutupan dicetak seperti kartu identitas untuk menghindari pemalsuan.

Pendaftaran dapat dilakukan di Ticket Station, atau pada kantor cabang Bank of China di Jakarta dan Surabaya, mulai 19 Februari-8 Maret. Pengundian pemenang dilakukan pada 15 Maret di Jakarta. Info selengkapnya bisa dilihat pada situs www.ticketstation.biz

"Mengingat terbatasnya tiket, pemesan yang sudah mendapat tiket pembukaan tak bisa mendapat tiket penutupan, begitu juga sebaliknya," ujar Yusheri.

Paket tiket pembukaan pada 8 Agustus dijual seharga 8.888 dollar AS, sedangkan penutupan tanggal 24 Agustus 7.688 dollar AS. Paket itu termasuk dengan transportasi Jakarta-Beijing, akomodasi, dan tiket menyaksikan sejumlah pertandingan.

"Harga tiket sudah disatukan dengan transport dan akomodasi, karena akan sulit mencari akomodasi di Beijing saat Olimpiade," ujar Sudjadi.

Selain pembukaan dan penutupan, sisa tiket tersedia untuk pertandingan di sejumlah cabang. Indonesia mendapat jatah tiket untuk cabang basket, bulutangkis, voli indoor, voli pantai, taekwondo, sepak bola, dan tenis.

Berbeda dengan tiket upacara pembukaan dan penutupan, tiket pertandingan dijual dengan sistem siapa cepat dia dapat. Namun, harga tiket tetap termasuk transportasi dan akomodasi.

"Di cabang yang paling berpeluang mendapat medali yaitu bulutangkis, Indonesia mendapat 75 tiket untuk partai final, yang kebetulan berlangsung tanggal 17 Agustus," ujar Sudjadi.

Indonesia mengajukan penambahan tiket untuk cabang lain seperti angkat besi, renang, dan panahan. Penambahan ini hanya bisa dipenuhi jika alokasi tiket untuk negara lain tidak terpakai.

"Permintaan tiket Olimpiade sangat tinggi. Penjualan tiket langsung di stadion juga hanya dilakukan jika alokasi tiket masih tersedia," ujar Sudjadi.