Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 05:48 WIB
Sebagian Jalur Pantura Bak Sungai Kering
| Selasa, 19 Februari 2008 | 20:04 WIB
|
Share:
 

 

SLAWI, SELASA - Sejumlah ruas jalur pantura antara Kabupaten Brebes hingga Kabupaten Tegal masih tetap rusak, meskipun penambalan sudah pernah dilakukan. Kerusakan terjadi merata di hampir semua ruas jalan, berupa lubang jalan, lipatan aspal, dan aspal jalan yang mengelupas. Keadaannya bak sungai kering.

Dari pengamatan lapangan, Selasa, kerusakan di jalur pantura Kabupaten Tegal masih terlihat di Kecamatan Kramat, Surodadi, dan Warurejo. Lubang baru maupun lubang jalan yang pernah ditambal kembali muncul di sana.

Kerusakan jalan di Kota Tegal terlihat di Jalan Martoloyo dan Kolonel Sugiono. Kerusakan terparah terlihat di depan terminal Kota Tegal. Selain lubang jalan, terdapat lipatan aspal sepanjang sekitar 100 meter di tengah ruas jalan. Ketinggian lipatan aspal mencapai lima hingga 10 sentimeter.

Kerusakan jalan di Kabupaten Brebes terlihat di ruas jalur pantura Kecamatan Losari, Tanjung, dan Bulakamba. Kedalaman lubang mencapai sekitar 20 sentimeter, dengan diameter lebih dari 50 sentimeter. Sebagian lubang jalan yang sudah ditambal beberapa waktu lalu kembali terbuka.

Kerusakan jalan yang masih terus terjadi dikeluhkan sejumlah pengguna jalan. Wahyu (29), pengendara truk yang ditemui di ruas jalur pantura mengaku mengalami keterlambatan hingga tiga jam akibat jalan rusak.

Selama ini, ia biasa membawa truk dari Pandaan Jawa Timur menuju Cikarang, dengan muatan botol dan susu. Jangka waktu perjalanan mencapai sekitar lima hari.

Akibat adanya kerusakan jalan, sejumlah komponen kendaraan juga mudah rusak. Velek kendaraannya pernah pecah, sehingga harus diganti sebelum waktunya. Ia juga harus sering berhenti untuk membersihkan ban dari kerikil, agar ban tidak bocor.

Teguh (40), pengendara mobil mengatakan, akibat jalan rusak ia harus berjalan sangat hati-hati. Hal itu untuk mengindari agar kedaraannya tidak terantuk lubang. Meskipun demikian, upaya tersebut hanya dapat dilakukan pada siang hari. Pada malam hari, ia kesulitan menghindari lubang karena penerangan di jalur pantura kurang.

Kepala Balai Pelaksana Teknis Binas Marga Wilayah Tegal, Abdulah Mujahid mengatakan, saat ini penanganan jalan rusak dilakukan dengan menambal lubang dan mengaspal kembali jalan yang mengelupas. Perbaikan dilakukan per wilayah, antara Losari-Pejagan, Pejagan-Brebes, Brebes-Tegal, Tegal-Pemalang, dan Pemalang-Pekalongan. Secara keseluruhan, panjang ruas jalan tersebut mencapai 116,81 kilometer.

Selain perbaikan jalan, rencananya tahun ini juga akan dilakukan pelebaran jalan dari tiga lajur menjadi empat lajur. Jalan yang dilebarkan meliputi Tegal-Pemalang sepanjang empat kilometer dan Pemalang-Pekalongan sepanjang lima kilometer.