BEKASI, JUMAT -- Puluhan warga Desa Pantaiharapanjaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, yang menjadi korban banjir dan puting beliung, mulai mengeluh sakit gatal dan terserang diare. Sampai Jumat (15/2) siang, banjir di desa yang terletak di wilayah utara Kabupaten Bekasi itu belum menyurut.
Kepala Desa Pantaiharapanjaya, Idrom yang dihubungi mengungkapkan, sedikitnya 700 rumah di 19 rukun tetangga (RT) di wilayahnya masih direndam banjir akibat meluapnya Kali Ciherang. Puluhan korban banjir tersebut mulai mengalami sakit gatal di kulit dan terserang diare menyusul sulitnya mendapat air bersih untuk keperluan sehari-hari.
"Petugas dari puskesmas (Kecamatan Muara Gembong) sudah sering turun ke lapangan, namun warga masih banyak yang mengeluh sakit, " kata Idrom. Selain direndam banjir, desa ini juga terkena terjangan puting beliung pada Selasa (12/2) lalu yang menyebabkan lebih dari 40 rumah di Kampung Penombo mengalami kerusakan.
Banjir di Desa Pantaiharapanjaya, Muara Gembong, sudah berlangsung seminggu. Meski demikian, warga setempat masih bertahan di rumah-rumah mereka. Banjir yang mengepung desa ini disebabkan meluapnya Kali Ciherang menyusul hujan yang semakin sering turun belakangan ini.
Selain merendam rumah-rumah warga, kata Idrom, banjir juga merusak sedikitnya 1.500 hektar tambak udang atau bandeng milik warga. Idrom mengaku belum menghitung berapa besar kerugian yang diderita warga akibat banjir tersebut. Bantuan makanan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, berupa beras, mi instan, dan air minum, diterima warga desa ini mulai Kamis kemarin.
Sementara itu, sekitar 131 rumah di Desa Lenggah Sari, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, juga masih rusak akibat terjangan puting beliung yang menyapu wilayah utara Kabupaten Bekasi ini pada Selasa lalu. Seperti halnya para korban banjir di Desa Pantaiharapanjaya, bantuan mi instan dan air minum dari Pemkab Bekasi baru diterima para korban bencana ini mulai Kamis kemarin.
Kepala Desa Lenggah Sari, Nasim mengatakan, selain menderita akibat terkena hantaman angin kencang, ratusan warga desa ini juga menderita lantaran banjir yang merendam rumah mereka sejak sepekan terakhir menyusul meluapnya air Kali Ciherang.
