JAKARTA, SELASA - Pedagang buku di Kwitang, Jakarta Pusat mengaku sudah mendengar informasi mereka akan digusur, tetapi tanggal yang pastinya mereka belum tahu.
“Dengar-dengar sih begitu, tapi nggak tau persisnya kapan. Belum ada pemberitahuan resmi,” kata Iwan yang sudah menjadi pedagang buku di Kwitang selama 15 tahun. Hal yang sama juga disampaikan pedagang buku lainnya Johni Rais. “Belum ada surat pemberitahuan sampai sekarang,” katanya saat ditemui Kompas.com di kios bukunya, Selasa (12/2).
Belum lama ini, Johni yang ditunjuk teman-temannya sebagai koordinator, bertemu dengan Camat Senen untuk mengetahui informasi penertiban pedagang buku di Kwitang. “Pak Camat memang ngomong, pedagang di Kwitang mau dipindahkan, tapi baru omong-omong saja. Belum ada surat resmi,” ujarnya.
Menurut Johni, Camat menawarkan relokasi pedagang ke daerah tepat di belakang tempat sekarang mereka berdagang. Tapi, lanjut Johni itu juga belum pasti. “Tapi kita akan terus berusaha berdialog dengan pihak pemerintah,” tambah Johni.
Dua Kali Pindah
Johni yang sudah sejak 1987 menjadi penjual buku di Kwitang menceritakan bahwa beberapa kali para pedagang buku di Kwitang dipindahkan. “Pernah para pedagang dipindahkan ke Rawasari tepatnya Pasar Rawa Badak, tapi di sana tidak maju, sepi, bisa dikatakan proyek gagal dari pemerintah. Tahun 1996 juga pernah dipindahkan ke Jalan Abdurahman Saleh sama juga sepi, akhirnya para pedagang pindah lagi ke sini,” katanya.
Iwan dan Johni berharap, kalau pun nanti para pedagang buku di Kwitang jadi dipindahkan, pemerintah mempertimbangkan lokasi yang sesuai supaya mereka tetap bisa menjalankan dan mengembangkan usahanya. “Saya berharap usaha kita tetap maju dan berkembang. Usaha kita ini sudah punya nama, tidak hanya nasional tapi internasional. Kalau kita digusur banyak yang akan terpengaruh,” tegas Johni.
