JAKARTA, SELASA - Sejumlah wilayah DKI Jakarta akan ditata ulang. Langkah itu merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang akan dimulai tahun ini.
Gubernur Fauzi Bowo mengatakan, Selasa, salah satu hal yang mendesak dalam reformasi birokrasi adalah mengenai pembagian wilayah. Banyak kelurahan yang perlu ditata ulang karena letak geografisnya yang terpisah atau karena menjadi terlalu luas.
Ia mengambil contoh, Kelurahan Semanan yang menjadi sangat luas dan padat penduduknya, yaitu menjadi 55 ribu jiwa, sehingga membutuhkan pemekaran.
"Ada juga yang terpisah karena jalan tol yaitu Kelurahan Kamal. Sedang kami pikirkan bagaimana menyatukan atau dengan daerah mana disatukan agar lebih optimal pelayanannya," papar Fauzi.
"Saya harap tahun ini bisa mulai jalan reformasi birokrasi ini," katanya.
Fauzi menyebut reformasi birokrasi itu tidak hanya akan dilaksanakan dalam wilayah kota, tetapi juga akan dilakukan penyempurnaan yang bersifat lintas wilayah kota.
"Seperti Pulo Gebang yang dipisahkan oleh jalan tol Cakung-Cilincing, jadi ada Pulo Gebang sebelah timur tol, ada yang sebelah barat tol. Ini kita pikirkan agar tidak terpisah secara fisik, ini supaya digabung dengan daerah sekitarnya," tambahnya.
