Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:57 WIB
Pemerintah Harus Manfaatkan Dana Asing
| Rabu, 6 Februari 2008 | 15:16 WIB
|
Share:

JAKARTA,RABU - Pemerintah harus dapat memanfaatkan dana asing yang masuk ke pasar domestik dengan memperbanyak penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) oleh perusahaan-perusahaan yang akan masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Dengan memperbanyak IPO melalui perusahaan-perusahaan itu, dana asing yang masuk (capital inflow) akan dapat diserapkan lebih besar," kata Direktur Utama PT Finance Corpindo, Edwin Sinaga di Jakarta, Rabu (6/2).

Menurut dia, semula ada kekhawatiran dana asing itu hanya masuk ke Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN) yang akan memberikan beban pemerintah untuk membayar bunganya. "Dengan adanya IPO, dana asing itu akan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan tol, jembatan, maupun sektor perumahan dan prasarana lainnya," katanya.

"Kami optimis pemerintah sedang mengkaji BUMN yang layak untuk bisa ditempatkan (listing) di pasar saham dengan kinerja yang bagus, sehingga penawaran saham yang dilakukan akan mengundang investor asing berminat untuk membelinya," tambahnya.

Ia mengatakan, dana asing ke pasar domestik akan semakin besar karena minat asing menempatkan dananya semakin besar, akibat tingginya selisih bunga BI Rate dan bunga dollar AS. "Jadi kekhawatiran atas dana asing yang akan kembali keluar, apabila Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga BI Rate tidak akan terjadi," katanya.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, Rabu, memutuskan tetap mempertahankan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) pada level 8 persen, karena melihat kondisi perekonomian terutama terkait dengan kekhawatiran inflasi. Dengan posisi BI rate itu berarti terdapat keterpautan besar sekitar 5 persen dengan The Fed rate yang tercatat 3 persen.

Menurut Edwin, dengan masuknya dana asing ke IPO itu maka pada gilirannya akan memicu sektor infrastruktur tumbuh dengan baik, karena dana asing itu dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. "Kami optimis sektor infrastruktur yang masih belum berjalan sebagaimana diharapkan akan dapat tumbuh dengan lebih baik," katanya.

Apabila semua berjalan dengan baik, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi nasional akan makin membaik yang pada gilirannya akan memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat. "Masyarakat selama ini menunggu apa yang dilakukan pemerintah untuk memberikan lapangan kerja baru, sehingga pendapatan masyarakat akan semakin baik," ucapnya. (ANT)

Sumber :
ANT