Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 05:40 WIB
Ratusan Pengendara Sepeda Motor Celaka karena Separator Busway
| Sabtu, 26 Januari 2008 | 15:33 WIB
|
Share:

JAKARTA, SABTU-Sepanjang tahun 2007, 100 pengendara sepeda motor celaka karena separator busway yang tidak memenuhi syarat rambu keselamatan. Diakui, jumlah tersebut baru seperlima dari jumlah sebenarnya karena korban tak ingin repot melaporkan kasus ini ke polisi.

Menurut Kepala Unit Kecelakaan Lalulintas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Irvan Prawira, yang dihubungi Sabtu (26/1) siang, dari 100 korban, 10 meninggal, 50 luka berat, dan 40 luka ringan.

"Angka 100 ini hanya angka dasar saja karena kami menduga, jumlah tersebut baru sekitar 20 persen dari jumlah sebenarnya, atau sekitar 500 korban sepanjang tahun 2007," tuturnya.

Menurut Irvan, penyebab utama kecelakaan tersebut adalah tidak adanya rambu lalu lintas yang memadai sebagai petunjuk bagi pengendara sepeda motor untuk berhati-hati. Akibatnya, banyak pengendara yang tidak tahu dan menabrak separator itu.

"Kami sudah melayangkan surat kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk memasang rambu petunjuk," terangnya. Di Jakarta lanjut Irvan, ada beberapa separator berbahaya dan rawan kasus kecelakaan. Di antaranya, Jalan Gatot Subroto, depan Kampus Binus Kebayoran Lama, Jalan Panjang Kebon Jeruk, Jalan Ahmad Yani Cawang, Jalan Alteri Pondok Indah, dan Jalan S Parman Slipi."Hampir setiap bulan di sana terjadi 8-9 kecelakaan," tambahnya. (WIN)