JAKARTA, RABU - Dengan melakukan sejumlah perubahan, Sophie Martin, yang didirikan pada 1995 oleh Bruno Hasson, yang berkebangsaan Prancis, terus memantapkan posisinya di Indonesia sebagai perusahaan MLM (Multi Level Marketing) nomor satu bidang fashion.
Untuk 2008, baru-baru ini mereka meluncurkan beberapa brand baru, yaitu SAS (Son Altresse Sophie) dan In 2 (XS), yang masing-masing mewakili karakteristik khas pengguna produk brand tersebut, dan peleburan Sophie Martin ke dalam konsep branding Sophie Paris dengan slogan "Sophie Paris Berani Beda".
Menurut Dina Evangelista Delaura, Public Relation Manager Sophie Martin, Sophie Paris menerapkan strategi fokus yang memiliki karakteristik pasar yang selaras dengan kepribadian pengguna produk. SAS membidik pasar menengah-atas dengan target perempuan berusia 15-35 tahun. In 2 (XS) ditujukan bagi pria berumur 17-40 tahun. Sophie Kids merupakan produk warna-warni untuk anak 0-7 tahun, sementara Sophie Martin, yang sudah eksis, diperuntukkan bagi wanita dari kelas menengah.
Sophie Paris merilis pula buku Fashion Branding karya Bruno Hasson, yang juga CEO Sophie Martin. Mereka meluncurkan pula program corporate social responsibility bernama Sophie's Love for Women and Children. Program tersebut berfokus kepada program-program pemberdayaan perempuan dan anak. Untuk itu, Sophie Paris mengajak Dewi Hughes International Foundation bekerja sama dan menunjuk sang figur publik, yang dekat dengan dunia wanita dan anak, jadi Duta Spohie's Love for Women and Children. Selain itu, mereka membuka Victory Talent Management (VTM), sebuah agensi modeling dibawah Sophie Paris, serta mengadakan kampanye lewat media dan meluncurkan situs baru.
"Sejak soft launching pada Juni 2007, respon dari masyarakat untuk produk Sophie Paris ini cukup baik. Omsetnya makin hari makin bertambah dan, produk yang tadinya hanya tas dan beberapa baju, sekarang semakin banyak dan lengkap," terang Dina. (M1-08)
