JAKARTA, SENIN-Taman Bersih Manusiawi dan Berwibawa atau BMW seluas 26,5 hektar di Kelurahan Papanggo dan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara kini terus dikuasai secara liar oleh warga. Hingga hari Senin (21/1) sudah ada sedikitnya 1.146 keluarga mengokupasi kawasan yang pernah sebagai "taman terbesar" di Jakarta itu.
Camat Tanjung Priok Darwis M Adji mengatakan, hunian liar semakin marak di taman itu usai penggusuran hunian di kolong tol Tanjung Priok, Pademangan dan Penjaringan. ”Saat saya mulai bertugas, 6 Februari 2007, jumlah bangunan masih sekitar 500 unit. Sekarang sudah lebih dari 1.146 bangunan di taman itu,” katanya.
Dari pendataan petugas Kecamatan Tanjung Priok diketahui, ada 915 bangunan liar didirikan di taman BMW wilayah Papanggo dan 213 bangunan lagi di Sunter Agung. Selain mendirikan bangunan, warga juga menggarap lahan untuk ditanami sayur-sayuran. “Semua bangunan liar akan digusur pada awal Februari mendatang,” kata Darwis.
Taman BMW pernah menjadi taman terbesar di DKI Jakarta, yang diresmikan oleh Gubernur Wiyogo Atmodarminto (1987-1992). Pada awal Mei 2007, taman itu masih sepi dari bangunan liar. Sekarang, bangunan liar semakin padat. ”Saya membeli lahan dari seseorang, dengan harga Rp 4,5 juta,” kata Agung (35), seorang warga.
Setiap warga yang ditanya, umumnya tidak menjawab terus terang dari siapa mereka membeli atau mendapatkan lahan itu. Bahkan warga juga tidak bersedia disebut namanya secara lengkap karena khawatir diteror oleh oknum yang menjual lahan itu. “Ada dua kelompok yang mengklaim sebagai pemilik lahan,” kata Darwis.
Kepala Bagian Administrasi Sarana Perkotaan Jakarta Utara Yuliadi mengatakan, taman itu akan segera dibersihkan dari seluruh bangunan dan pemukim liar. Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan anggarannya pada tahun ini untuk menggusur, dan menatanya untuk dikembalikan ke fungsinya semula sebagai taman.(CAL)
