Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 05:37 WIB
Moda Transportasi Massal Jakarta Rampung 2012
| Senin, 21 Januari 2008 | 15:29 WIB
|
Share:

JAKARTA, SENIN - Moda transportasi massal di Jakarta yang mengintegrasikan jalur kereta, jaringan jalan, busway, maupun subway ditargetkan rampung tahun 2012.

"Transportasi berbasis rel akan dikembangkan pembangunan MRT yang akan diintegrasikan dengan kereta lingkar luar dan monorail. MRT yang akan dibangun adalah jalur Lebak Bulus-Dukuh Atas sepanjang 14 KM," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat menyampaikan paparan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2007-2012 di Gedung DPRD DKI, Senin (21/1).

Seperti dikutip dari Media Online Pemprov DKI Jakarta, masalah transportasi merupakah salah satau dari 10 isu strategis yang ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.  Selain tranportasi, masalah lain yang akan dikerjakan dalam lima tahun ke depan adalah pengendalian banjir, perampingan birokrasi, pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan.
 
Dipaparkan, untuk transportasi berbasis jalan, dalam lima tahun ke depan akan direalisasikan kelanjutan pembangunan busway koridor XI hingga XV serta pembangunan Terminal Pulogebang, Jakarta Timur. "Pembangunan sistem transportasi tersebut diharapkan mampu menampung 17 juta trip per hari di wilayah DKI," lanjut Fauzi Bowo.
 
Untuk pengendalian banjir, Pemprov DKI meminta pemerintah pusat untuk lebih konsisten dalam pengembangan sarana pengendalian banjir seperti realisasi BKT, normalisasi Kali Krukut, Pesanggrahan, Kali Ciliwung, dan pembangunan Waduk Ciawi.
 
"Aliran sungai yang melintasi Ibu Kota itu pengelolaannya dipegang pemerintah pusat, jadi konsistensi pemerintah pusat dalam pengendalian banjir mutlak dibutuhkan," jelas mantan Ketua Bamus Betawi ini.
 
Sementara mengenai sektor internal Pemprov DKI sendiri, dalam RPJMD 2007-2012 tertuang rencana  untuk memberikan pelayanan prima dengan pengoperasian pelayanan satu pintu dan pemotongan birokrasi perijinan. "Untuk organisasi sendiri akan dilakukan perampingan organisasi dan peningkatan kompetensi PNS," ungkap Fauzi.

Selain permasalahan di atas, dalam RPJMD 2007-2012 juga disoroti mengenai penambahan RTH di Jakarta hingga 13,95 persen pada tahun 2010 nanti, perubahan iklim, dan peningkatan mutu pendidikan.
 
Di tempat yang sama, Ketua DPRD DKI, Ade Supriatna, mengatakan penetapan RPJMD 2007-2012 merupakan penataan kembali pola pembangunan Ibu Kota dalam lima tahun ke depan. "Penataan kembali pola pembangunan Ibu Kota dilakukan akibat perubahan tantangan yang dihadapi Jakarta,” ujar Ade.
 
Ia menuturkan dalam RPJMD 2007-2012 ini menjadi pegangan perencanaan pembangunan lima tahun ke depan dan acuan bagi program masing-masing SKPB. "Ini kan penjabaran dari visi dan misi gubernur dalam lima tahun ke depan sehingga perlu ada panutan untuk program ke depan" jelas Ade.
 
Pemprov DKI hendaknya menyoroti mengenai perencanaan tata kota, peningkatan kemampuan PNS, transparasi, dan penyelesaian permasalahan Ibu Kota seperti sampah, kemacetan, dan pengendalian banjir.