Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 17:12 WIB
RI 13 untuk Aburizal Bakrie
| Senin, 21 Januari 2008 | 14:19 WIB
|
Share:

Untuk urusan gonta-ganti mobil yang dipasangi nomor polisi kendaraan dinas, tak ada yang bisa menghalangi Menteri Koordinator Bidang Kesejahtaraan Rakyat Aburizal Bakrie. Namun, orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes ini tidak berkuasa sedikitpun untuk urusan gonta-ganti nomor polisi kendaraan dinasnya.

Selama menjadi sebagai pembantu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Aburizal harus rela mengganti nomor kendaraan dinasnya sebanyak empat kali. Pada tahun pertama sebagai pembantu Presiden Yudhoyono, Aburizal diberi nomor kendaraan dinas B 12. Saat itu Aburizal dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
 
Setahun berjalan, Presiden Yudhoyono menggeser Aburizal menjadi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat menggantikan Alwi Shihab yang dicopot. Nomor kendaraan Aburizal pun berganti menjadi B 14.

Lantaran nomor kendaraan B identik dengan Jakarta, maka dalam perjalanan waktu, seluruh kendaraan pejabat negara dan beberapa isteri pejabat negara berganti menjadi RI. RI 1 untuk Presiden Yudhoyono, R1 2 untuk Wapres Jusuf Kalla, RI 3 untuk Ny Ani Yudhoyono, RI 4 untuk Ny Mufidah Kalla, dan seterusnya RI 14 untuk Aburizal.

Sekitar satu tahun memakai nomor polisi R1 14 untuk kendaraan yang kerap bergonta-ganti jenisnya, Aburizal harus menerima pergantian nomor untuk keempat kalinya.

Berdasarkan Surat Keputusan yang ditandantangani Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, nomor kendaraan dinas Aburizal RI 14 harus direlakan untuk nomor kendaraan dinas Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa. Nomor kendaraan dinas Hatta RI 15 diserahkan ke Sudi yang sebelumnya memakai nomor kendaraan RI 47.

Aburizal, untuk keempat kalinya harus berganti nomor kendaraan dinas. Nomor 13 yang selama tiga tahun dua bulan pemerintahan Presiden Yudhoyono ”ditabukan” untuk digunakan menjadi nomor kendaraan Aburizal. Di Lexus hitam terbaru milik Aburizal, kini bertengger nomor polisi RI 13. Perubahan nomor kendaraan ini mulai berlaku 3 Januari 2008 sesuai SK Sekretaris Kabinet.

Soal nomor 13 yang sebelumnya ditabukan digunakan dan disematkan di kendaraan dinasnya, Aburizal tidak menganggapnya sebagai angka sial atau atau aneh. ”Pergantian nomor itu biar urut saja. Saya enggak percaya yang aneh-aneh. Saya percayanya pada Allah SWT,” ujar Aburizal menunjuk langit.

Sama dengan kerapnya nomor polisi kendaraan dinasnya berganti, Aburizal juga pernah menggunakan empat kendaraan dinas berwarna hitam yang berbeda-beda. Kendaraan miliknya itu tentu lebih mahal dan mewah dibandingkan kendaraan dinas pembantu Presiden Yudhoyono yang lain.

Empat kendaraan yang selama ini bergonta-ganti digunakan Aburizal adalah sedan Nissan President, Toyota Alphard, Lexus, dan Mercedes Benz. Sedan hitam Mercedes Benz seri E 350 khusus digunakan Aburizal saat Konferensi tentang Perubahan Iklim di Bali, Desember 2007. Pada saat di Bali itulah, oleh majalah Forbes, Aburizal disebut sebagai orang terkaya di Indonesia.

Ketika orang terkaya di Indonesia nyaman memakai nomor kendaraan yang selama ini ditabukan karena dianggap membawa sial yaitu 13, orang kebanyakan akan berpikir, untung atau sial memang bukan sekadar urusan nomor.  Lain ceritanya jika predikat sebagai orang terkaya di Indonesia yang saat ini disandang Aburizal dianggap sebagai kesialan.