BEKASI, KAMIS– Rencana melanjutkan proyek pembangunan Jalan Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu diakui akan mengurangi kemacetan di ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek dan Jalan Inspeksi Kali Malang. Akan tetapi, jalan tol baru itu dikhawatirkan menambah kepadatan kendaraan di ruas-ruas jalan di Jakarta.
“Dengan semakin banyaknya akses baru, orang akan semakin mudah mobilitasnya ke Jakarta dan mereka cenderung menggunakan kendaraan pribadi,” kata planolog dari Universitas Trisakti Jakarta, Yayat Supriyatna, kepada Kompas di Bekasi, Kamis (17/1) siang tadi.
“Akibatnya, beban arus kendaraan di beberapa ruas jalan di Jakarta yang menjadi outlet jalan tol itu akan semakin tinggi, padahal, ruas jalan arteri yang menjadi outlet jalan tol itu sudah macet,” ujarnya.
Seperti diberitakan, pembangunan jalan tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu atau dikenal Jalan Tol Becakayu direncanakan akan dilanjutkan. Pihak investor, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga sudah mendapat suntikan dana untuk melanjutkan pembangunan jalan tol sepanjang 21,042 kilometer yang menghubungkan Kota Bekasi dengan Jakarta Timur. Ditargetkan, jalan tol ini tuntas 2010.
Sampai saat ini, pengerjaan jalan tol yang dibangun sejajar saluran Kali Malang masih terhenti di wilayah Kelurahan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Di wilayah Kota Bekasi, jalan tol ini akan melewati sedikitnya delapan kelurahan di lima kecamatan, mulai Pondok Gede sampai Bekasi Utara.
Yayat menambahkan, pemerintah seharusnya menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengatasi kemacetan tidak hanya dengan membangun jalan tol. Salah satunya, dengan memperbaiki sarana transportasi penumpang umum sehingga mengurangi pemakaian kendaraan pribadi, yang ujung-ujungnya menambah kemacetan.
