JAKARTA, KCM- Ribuan perajin tahu dan tempe mengelar aksi protes atas kenaikan harga kedelai di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/1) siang. Mereka menuntut penurunan dan penstabilan harga. Para perajin berasal dari lima wilayah DKI Jakarta, Tangerang, dan Bogor. Menurut koordinator Lapangan Kasio, aksi hanya akan digelar satu hari. Selanjutnya, selama tiga hari, mulai 14-16 Januari, para perajin akan mogok beroperasi. "Selama tiga hari kita sepakat tidak berproduksi," katanya.
Salah satu peserta aksi dari Tangerang Sigit mengatakan dirinya sudah satu minggu tidak berjualan. "Kacau, napas sudah di tenggorokan, saya sudah gak jualan satu minggu. Dikecilin (tempe) gak ada yang mau beli, dibesarin kita rugi," ujarnya.
Hal yang hampir sama diungkapkan oleh Ahmad Yasin, perajin asal Bogor. "Hampir gulung tikar mbak, malah ada teman-teman pedagang kecil yang sudah gulung tikar. Harapan saya harga kedelai ditangani pemerintah, jangan diitangani cukong-cukong dan tengkulak," katanya.
Saat berita ini diturunkan, rombongan peserta aksi unjuk rasa masih berada di depan Istana Merdeka. Selanjutnya, mereka akan menggelar aksi di gedung DPR/MPR, Senayan.
