Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 05:15 WIB
IHSG Ditutup Naik
| Selasa, 8 Januari 2008 | 16:54 WIB
|
Share:

JAKARTA,SELASA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/1), ditutup naik 0,33 persen didorong aksi pelaku pasar yang masih memburu saham-saham unggulan. IHSG ditutup naik 9,215 poin menjadi 2.785,625 dan indeks LQ45, kelompok 45 saham unggulan, menguat 1,872 poin atau 0,31 persen ke posisi 604,401.

Analis Riset PT BNI Securities M Alfatih, seperti dikutip Antara di Jakarta, mengatakan, naiknya indeks didorong aksi pelaku pasar (fund manager) memburu beberapa saham unggulan. "Pada awal tahun biasanya pada fund manager melakukan relokasi portofolio sahamnya untuk ditempatkan saham yang memiliki potensi kinerja bagus," kata Alfatih.

Dia juga mengatakan, masih optimisnya terhadap perekonomian Indonesia yang bagus masih menjadi sentimen positif pasar saham.

Sementara tentang kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan (BI-rate) di level 8,0 persen ditanggapi netral oleh pelaku pasar. "Dengan tingginya inflasi pada bulan lalu (Desember 2007) memang para pelaku pasar sudah memprediksi BI tidak akan menurunkan BI-rate, sehingga keputusan ini ditanggapi netral," jelasnya.

Namun, kondisi bursa regional yang ditutup mix (bervariasi) membuat tekanan jual di BEI masih tinggi. Hal ini terlihat masih dominannya saham yang turun sebanyak 100 dibanding yang naik 83, sedangkan 76 stagnan dan 186 tidak aktif diperdagangkan.

Bursa-bursa saham di Asia ditutup mix, seperti bursa Tokyo dengan indeks Nikkei 225 ditutup naik 28,12 poin menjadi 14.528,66, sedangkan bursa Hongkong dengan indeks Hang Seng ditutup turun 66,58 poin ke posisi 27.112,90.

Naiknya indeks dipimpin menguatnya beberapa saham unggulan, seperti saham Astra Internasional yang naik Rp1.250 menjadi Rp27.650, Bank BII menguat Rp15 ke Rp320, Telkom menambah Rp50 ke level Rp10.250, Indofood melambung Rp175 ke harga Rp10.275 dan Bakrie Plantations terdongkrak Rp50 ke harga Rp2.525.

Namun, lanjutnya, terkait dengan tren menurunnya harga minyak mentah dunia membuat beberapa saham berbasis komoditi tamabang turun. Beberapa saham tambang yang mengalami penurunan diantaranya saham Bumi Resources terkoreksi Rp100 menjadi Rp6.300, Aneka Tambang turun Rp25 ke level Rp4.400 dan Tambang Timah anjlok Rp400 ke harga Rp29.400. Transaksi yang terjadi pada perdagangan Selasa ini sebanyak 61.007 kali, sedangkan volume mencapai 4,504 miliar saham dengan nilai Rp4,606 triliun.